Postingan

DIGITAL PORTOFOLIO PERAN MAHASISWA DALAM KEPEDULIAN LINGKUNGAN UNTUK KESEHATAN DAN PERWUJUDAN INDONESIA EMAS

Gambar
PERAN MAHASISWA DALAM KEPEDULIAN LINGKUNGAN UNTUK KESEHATAN DAN PERWUJUDAN INDONESIA EMAS Pemateri: Ibu Muslimah Nourma Romadhoni S. KM., M. Kes. Manusia-manusia yang berkualitas itu hanya akan tercipta dari proses pendidikan yang berkualitas pada semua tingkatan, termasuk pendidikan tinggi. Definisi Rosiko: akibat kurang menyenangkan merugikan, membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Setiap aktivitas akan selalu beriringan dengan risiko. Cara menghadapi risiko: kenali risiko; cegah/kendalikan risiko; dan beraktivitaslah seperti biasa, jangan takut dan jangan panik. Banyak kerusakan di laut dan didarat karena perbuatan tangan manusia. Dampaknya pada zona laut cukup memprihatinkan. Banyak hewan-hewan laut yang dirugikan. Sebagai contoh banyak ditemukan sampah plastik di dalam tubuh paus. Lakukan prinsip 5R untuk diri, yaitu rapi, resik, rajin, rawat, ringkas. Saat ini di Indonesia sedang menghadapi Triple Burden/beban tiga kali lipat. Tantangan penyakit tidak menular: pola maka...

DIGITAL PORTOFOLIO GENERASI MUDA ANTI KORUPSI

Gambar
GENERASI MUDA ANTI KORUPSI  Pemateri: PROF. DR. HARYONO UMAR, SE., Ak,. M. Sc Indonesia dikenal dengan negara kepulauan, negara maritim. Meskipun ada berbagai perbedaan, tetapi hal tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk bersatu. Di Indonesia, pelaku korupsi banyak dilakukan oleh orang orang yang memiliki kewenangan. Indonesia harusnya sudah maju, tetapi ada beberapa faktor yang menghalangi salah 1 mya adalah korupsi. Mengapa korupsi bisa terjadi? Istilah ini dikenal dengan Fraud Star. 1. Opportunity (Kesempatan) 2. Pressure (Tekanan) 3. Capability (Kewenangan) 4. Rationalization (Pembenaran) 5. Integrity (Hilangnya integritas) UNSUR KORUPSI: ada pelaku; mengakibatkan kerugian negara; melawan hukum penyalahgunaan kewenangan; menguntungkan diri sendiri, merugikan orang lain, dan korporasi. UU 31 TH. 1999, JENIS KORUPSI 1. Terkait Uang Negara: tercantum pada UU pasa 31 ayat 2 dan 3 th. 1999 2. Tidak Terkait Uang Negara: suap, pemerasan, gratifikasi Tindak pidana korupsi: kerugian ...

DIGITAL PORTOFOLIO MELATIH CRITICAL THINKING

Gambar
MELATIH CRITICAL THINKING PADA DIRI KITA https://unusa.ac.id Pemateri: Arief Abdurrahman Maslow Theory 1. Self fulfillment need 2. Psychological needs 3. Basic need Instan intelektual sepatutnya menjadi aktor utama dalam memberikan solusi nyata di tengah masyarakat Indonesia dan global. Keprihatinan Bangsa: 1. Korupsi 2. Narkoba 3. Terorisme NKRI 4. Bencana alam 5. Bahasa daerah 6. Konservasi satwa liar 3 Kekerasan Lingkungan Pendidikan: Bullying, Kekerasan seksual, Intoleransi. 3 Komponen Kreativitas: Expedited, Kreatif Thinking Skills, Motivation. Tahapan dalam berpikir kritis: 1. Identifikasi/kenali diri/ kembangkan kemampuan dan potensi diri. 2. Identifikasi, validasi, dan evaluasi segala informasi yang diperoleh. 3. Bandingkan antara fakta dengan nilai nilai kebenaran. 4. Analisis melalui klasifikasi dan pemetaan masalah. 5. Berikan ide dan solusi original terhadap permasalahan yang dianalisis. Critical Thinking bisa diasah, dan tidak langsing muncul begitu saja. Kita harus melalu...

DIGITAL PORTOFOLIO GENERASI ASYIK TANPA MENGUSIK

Gambar
MAHASISWA UNUSA BERINTELEKTUAL TANPA KEKERASAN SEKSUAL GENERASI ASYIK TANPA MENGUSIK   https://unusa.ac.id Pemateri: DR. HAVID ALGRISTIAN SP. KJ. MH. Bullying marak terjadi di lingkungan pendidikan. Beberapa faktor pemicunya adalah intoleransi, kurangnya empati, dan lemahnya pengawasan. Macam macam Bullying: 1. Bullying Fisik, seperti menghalangi, mengandung, menjambak, mendorong, memukul, merusak barang. 2. Bullying Verbal, seperti panggilan merendahkan, teriak mengolok, ejek fisik, ejek sifat, ejek status sosial, kritik frontal. 3. Bullying Sosial, seperti pengucilan, bikin isu, rumor, fitnak, gosip. 4. Cyberbully, seperti di dunia digital, komentar negatif, akun anonim, merendahkan. 5. Seksual, seperti mengintip, menyebar foto, mengambil foto diam diam, memaksa lihat pornografi. 4 Posisi dalam Bullying: pelaku, korban, penonton, penolong. The best revenge is to living well. BACA JUGA: https://lutfihasan697.blogspot.com/2023/09/mahasiswa-unusa-berintelektual-dengan.html

DIGITAL PORTOFOLIO AI DAN ETIKA MAHASISWA

Gambar
 AI DAN ETIKA MAHASISWA https://unusa.ac.id Pemateri: DR. GINANJAR RAHMAWAN SE. MM. AI dalam skripsi 1. Meresume: Humata (lebih cepat menganalisa, membaca, dan mendapatkan intisari dari sebuah permasalahan), Perplexity (mencari referensi), Comsensus (membantu mencari jurnal/artikel) 2. Menulis: Chat GPT, Bing AI, Bard (membuat susunan hipotesis) 3. Parafrase: GuillBot, Rewrite It, Rite Bot Fakta AI: 1. merupakan kecerdasan buatan, bukan kecerdasan sesungguhnya. 2. Keterbatasan AI dalam akses data dan penggunaan bahasa. Menggunakan AI secara etis: 1. menjadikan AI sebagai asisten (originalitas ada di otak kita, teknis ada di AI) 2. menggunakan AI untuk lebih produktif (penggunaan waktu efisien, biaya lebih hemat) 3. memanfaatkan AI sebagai database (kita sebagai penyaji data/referensi) Cara agar tidak ketergantungan pada AI: harus lebih banyak membaca, banyak banyak latihan menulis karena menulis bisa memuat otak kita bekerja dan berpikir. BACA JUGA: https://lutfihasan697.blogspot.c...

DIGITAL PORTOFOLIO MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS

Gambar
MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS https://unusa.ac.id Pemateri: DIAH S. MINARSIH (FOUNDER DAN CEO CISDI) CISDI (Center of Indonesia's Strategic Development Intiatives) didirikan dengan tujuan memperkuat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. CISDI juga memperluas jangkauan program ke ranah pencegahan penyakit, advokasi kebijakan kesehatan berbasis riset, serta penanganan kedaruratan kesehatan.  17 Sustainable Development Goals: Tanpa kemiskinan; Tanpa kelaparan; Kehidupan sehat dan sejahtera; Pendidikan berkualitas; Kesetaraan gender; Air bersih dan sanitasi layak; Energi bersih dan terjangkau; Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; Industri, inovasi dan infrastruktur; Berkurangnya kesenjangan; Kota dan permukiman yang berkelanjutan; Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; Penanganan perubahan iklim; Ekosistem lautan; Ekosistem daratan; Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh; dan Kemitraan untuk mencapai tujuan. 3 pilar WHO: UNIVERSAL HEALTH COVERAGE, HEALTH EMERGENCIE...

DIGITAL PORTOFOLIO KITA KEREN TANPA NARKOBA

Gambar
KITA KEREN TANPA NARKOBA   https://unusa.ac.id Pemateri: SRI ARTANTI MARYANI S.SOS DARO BNNP JAWA TIMUR Mulai dari 2015 Indonesia mengalami darurat narkoba. Faktor penyebab terjadinya pengedaran narkoba di Indonesia: 1. Geografis yang terbuka dan strategis sehingga memudahkan pengedar untuk masuk dan menyebar di seluruh Indonesia 2. Peredaran gelap yang menyasar ke orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. 3. Demografis yang sangat besar.  4. Sistem penegakan hukum yang belum mampu menyebabkan efek jera. 5. Modus operandi dan variansi jenis narkoba. 6. Lapas bertransformasi menjadi pusat peredaran gelap narkoba. Tahun 2021 pemakai narkoba meningkat. Tahap penggunaan narkoba dimulai dari coba-coba, kegiatan sosisal, penggunaan situasional, hingga intensif. Ganja adalah jenis narkoba yang paling sering dan banyak dikonsumsi. Narkotika terbagi menjadi 3 golongan. Golongan 2 dan 3 adalah golongan narkotika yang masih boleh dikonsumsi sesuai takaran yang ditentukan dan hanya untuk pe...